Ejakulasi Dini (Premature Ejaculation)

Ejakulasi Dini (Premature Ejaculation)

Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini atau yang dalam istilah umum sering disebut sebagai ejakulasi terlalu cepat. Secara normal, rata-rata waktu ejakulasi pada pria berada di kisaran 2–4 menit, sementara pihak wanita umumnya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Kondisi ini menimbulkan ketidakseimbangan antara pria dan wanita, yang dapat berdampak pada kualitas hubungan dan berpotensi menimbulkan masalah dalam relasi pasangan.

Apa penyebab ejakulasi dini

Penyebab fisik

  1. Ketidakseimbangan kadar hormon
  2. Gangguan pada neurotransmiter di tingkat otak
  3. Gangguan fungsi kelenjar tiroid
  4. Peradangan atau infeksi pada kelenjar prostat atau saluran kemih
  5. Penggunaan zat adiktif

Secara keseluruhan, kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf yang mempersarafi organ genital, sehingga memicu terjadinya ejakulasi dini.

Penyebab psikologis

  1. Stres
  2. Kecemasan
  3. Depresi
  4. Masalah kepuasan dalam hubungan seksual atau hubungan pasangan
  5. Pengalaman seksual yang tidak menyenangkan
  6. Riwayat pernah mengalami pelecehan seksual

Faktor pemicu ejakulasi dini yang umum ditemukan

  1. Baru memiliki pengalaman seksual
  2. Kadar serotonin (Serotonin)
  3. Kecemasan terhadap performa seksual diri sendiri
  4. Takut ditolak oleh pasangan atau khawatir hubungan terhenti di tengah jalan
  5. Daya tahan tubuh atau kebugaran yang menurun
  6. Pengalaman buruk terkait aktivitas seksual
  7. Rangsangan emosional dari pasangan
  8. Gangguan fungsi ereksi

Penanganan dan pengobatan ejakulasi dini

  1. Latihan mengencangkan otot dasar panggul
  2. Latihan squeeze technique untuk mengontrol ejakulasi, dengan cara stimulasi mandiri hingga mendekati klimaks, kemudian menekan area dekat frenulum atau pangkal penis selama sekitar 3–4 detik hingga sensasi menurun, lalu melanjutkan kembali stimulasi. Pengulangan metode ini dapat membantu memperpanjang waktu ejakulasi
  3. Penggunaan anestesi lokal, seperti semprotan anestesi atau kondom yang mengandung bahan anestesi yang tersedia di pasaran
  4. Penggunaan obat-obatan. Saat ini terdapat obat golongan antidepresan (anti-depressant) yang membantu menghambat neurotransmiter di otak sehingga efektif dalam mengurangi ejakulasi dini
  5. Terapi pasangan (Couple Therapy), yaitu sesi konseling dengan terapis untuk membahas masalah hubungan serta memberikan saran atau teknik guna mengurangi permasalahan antara pasangan. Dalam beberapa kasus, konsultasi dengan psikiater juga dapat direkomendasikan

Tiga kriteria ejakulasi dini

  1. Waktu ejakulasi setelah penetrasi kurang dari 15 detik, sementara penelitian menunjukkan bahwa pria normal memiliki rata-rata waktu ejakulasi 2–10 menit
  2. Tidak mampu mengontrol ejakulasi sesuai keinginan. Kriteria ini digunakan untuk membedakan dari kondisi normal pada sebagian pria yang secara sengaja dapat mengalami ejakulasi cepat dalam situasi tertentu
  3. Pada beberapa pasangan, jika pihak wanita mencapai orgasme dengan cepat, maka kondisi ini tidak menimbulkan masalah

Komplikasi akibat ejakulasi dini

  1. Menyebabkan stres
  2. Menimbulkan masalah dalam hubungan dengan pasangan
  3. Berpotensi menyebabkan kesulitan memiliki keturunan apabila ejakulasi terjadi sebelum sperma masuk ke dalam vagina akibat ejakulasi dini

Pencegahan dan penanganan ejakulasi dini

  1. Memiliki sikap positif terhadap hubungan seksual, tidak terlalu cemas atau terlalu memaksakan pencapaian tujuan. Apabila merasa tidak nyaman atau kurang percaya diri
  2. Memahami kondisi ejakulasi dini. Jika ejakulasi dini terjadi sesekali, tidak perlu terlalu khawatir. Namun, apabila kondisi ini menimbulkan masalah dalam hubungan atau berdampak besar pada kondisi mental, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter

Diagnosis ejakulasi dini

Apabila ejakulasi dini tidak memengaruhi hubungan seksual atau tidak menimbulkan masalah dan ketidaknyamanan, maka tidak ada keharusan untuk menemui dokter. Namun, jika ejakulasi dini mulai menimbulkan masalah dan tidak dapat diatasi sendiri, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran terkait kesehatan dan fungsi seksual pria.

Saat berkonsultasi, dokter akan menanyakan riwayat kehidupan seksual, aktivitas seksual, masalah hubungan, serta riwayat kesehatan medis, disertai pemeriksaan kondisi fisik saat ini. Jika ejakulasi dini disertai dengan gangguan ereksi, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan darah untuk menilai kadar hormon pria, pemeriksaan kelainan pada saluran kemih, atau merujuk ke psikiater serta tenaga ahli kesehatan mental guna menentukan rencana penanganan dan pengobatan yang sesuai.

Similar Posts